Skip to content
← All press releases

Indonesia ·

Tiga album, satu tiket: Mike Sain't Louis mengajak pendengar indie Indonesia menyeberang ke planet GAYFOLK

Seniman indie alternatif dari Madrid yang menyebut dirinya “cantautor IA pertama” menyusun 273 single menjadi trilogi perjalanan, dari penemuan sebuah planet hingga hari pembebasan; “Vota Malena Gracia” dan “No te vuelvo a mirar más” menandai dua titik di peta itu

Mike Sain't Louis, pria berambut hitam ikal dan berjanggut, memakai jaket bomber abu-abu dan kaus putih, berjalan di trotoar tepi sungai dengan pagar besi berornamen; di belakangnya jembatan lengkung, lampu jalan yang menyala, dan kubah bangunan di bawah langit senja keemasan.
Mike Sain't Louis berjalan di tepi sungai saat matahari terbenam, dengan jembatan batu, lampu-lampu jalan dan kubah sebuah bangunan bersejarah di latar belakang.

Madrid, 25 Oktober 2026. — Sebagian besar seniman merilis album. Mike Sain't Louis merilis sebuah perjalanan. Seniman indie alternatif yang berbasis di Madrid dan memperkenalkan diri sebagai “cantautor IA pertama” (the first AI singer-songwriter) ini menyusun 273 single proyek PLANETA GAYFOLK menjadi tiga album yang dirancang untuk didengar sebagai satu rute: dari penemuan sebuah planet, ke kerinduan untuk pergi ke sana, hingga hari ketika pintunya akhirnya terbuka. Seluruh trilogi, lagu demi lagu maupun album utuh, bisa didengar dan diunduh gratis di mikesaintlouis.com.

Peta perjalanan dalam tiga babak

Ketiga album itu berjudul I. “Descubierto un nuevo planeta llamado GAYFOLK” (Ditemukan sebuah planet baru bernama GAYFOLK), II. “Ojalá se pudiera viajar a GAYFOLK” (Andai bisa bepergian ke GAYFOLK), dan III. “El día de la liberación” (Hari pembebasan). Tujuannya sama dari awal sampai akhir: sebuah planet tempat setiap orang bisa hidup apa adanya, tanpa harus menjelaskan diri, membela diri, atau berpura-pura.

“Saya tidak ingin orang mendengar 273 lagu sebagai tumpukan,” kata Mike. “Saya ingin mereka merasa sedang bepergian. Ada babak ketika kita baru tahu tempat itu ada. Ada babak ketika kita sangat ingin ke sana tapi belum bisa. Dan ada hari ketika kita berhenti meminta izin.”

Membangun peta itu tidak cepat. Mike membutuhkan kurang lebih dua tahun untuk menyelesaikan 273 single dan lebih dari 280 video musik. Ia menulis semua liriknya. Musik dan interpretasi vokal dibuat dengan kecerdasan buatan, alat produksi dan aransemen yang ia arahkan versi demi versi; ia tidak bernyanyi, dan suara dalam lagunya adalah suara yang dihasilkan AI. Kata, gagasan, dan arah artistik adalah miliknya.

Babak pertama: pemilu galaksi di “Vota Malena Gracia”

Di album pertama, planet GAYFOLK baru saja ditemukan, dan langsung terancam. Dalam “Vota Malena Gracia”, alam semesta GAYFOLK menghadapi krisis tak terduga: Donald Trump dan Elon Musk ingin membeli planet kebebasan dan seni queer itu. Untuk mencegahnya, diadakan pemilu galaksi. Dua kandidat maju sebagai simbol perlawanan yang penuh warna: Malena Gracia dan Noemí Argüelles, dua figur yang dikenal publik Spanyol.

Menurut catatan Mike, video musiknya terutama adalah penghormatan kepada Malena Gracia: kepada semangatnya dan kepada perjuangan untuk keberagaman, cinta, dan ironi camp di hadapan keserakahan dan kekuasaan. “Di sini keindahan menjadi tindakan politik,” tulisnya, “sekuntum bunga melawan baja.” Lagu ini memperlihatkan cara Mike membangun dunianya: fiksi ilmiah murahan yang sengaja dibuat berlebihan, dipakai untuk mengatakan sesuatu yang sangat serius tentang siapa yang berhak memiliki tempat aman bagi orang-orang queer.

Di tengah jalan: “No te vuelvo a mirar más”

Setiap perjalanan punya titik ketika kita harus meninggalkan sesuatu di belakang. “No te vuelvo a mirar más” (Aku tak akan menoleh padamu lagi) adalah lagu tentang titik itu. Liriknya ditujukan kepada seseorang yang menuntut rasa hormat tetapi membalas dengan hinaan, yang meminta diam tetapi berteriak sampai ke langit-langit, yang mengarang peran korban murahan dan kini menangis di depan orang-orang yang tidak tahu apa-apa. Refreinnya pendek dan tegas:

“No me quedo en tus mentiras, / no te vuelvo a mirar más.”

Aku tidak tinggal dalam kebohonganmu; aku tidak akan menatapmu lagi. Ada gambaran kecil yang kuat di tengah lagu: menutup pintu pelan-pelan supaya tidak berbalik. Dan lagu itu berakhir dengan keputusan, bukan tangisan: mulai sekarang, aturannya ia yang membuat.

Lagu seperti ini menjelaskan kenapa trilogi GAYFOLK tidak hanya soal humor. Mike telah bercerita secara terbuka bahwa, dengan bantuan profesional, ia mengubah tahun-tahun hubungan dengan pasangan narsistik menjadi musik, agar kekerasan psikologis dan jejaknya pada kesehatan mental terlihat, dan agar mereka yang mengalaminya merasa dilihat dan dipercaya. “Pembebasan itu bukan pesta,” katanya. “Itu momen ketika kamu menutup pintu dan tidak menoleh. Pestanya datang sesudahnya.”

Tujuan akhir: hari pembebasan

Rute itu berakhir di album ketiga, “El día de la liberación”. Lagu berjudul sama merangkum suasananya: hari ketika sudah ada pemenang, dan pemenangnya bukan si manipulator; hari ketika luka-luka kemarin berhenti berdarah. Ada seruan bersama untuk merasa bebas, dan ada juga lelucon khas Mike tentang membiarkan sang mantan mengurus makan malamnya sendiri, sementara si pencerita berbahagia di Benidorm, kota pantai di pesisir Mediterania Spanyol. Setelah perjalanan panjang dari penemuan dan kerinduan, akhir trilogi itu terdengar seperti napas lega yang keras dan sedikit nakal.

Kenapa perjalanan ini relevan bagi pendengar indie Indonesia

Pendengar indie di Indonesia akrab dengan album konsep dan dengan seniman yang membangun semesta sendiri tanpa dukungan industri besar. Mike Sain't Louis bekerja persis seperti itu. Ia adalah penulis lirik, komposer, produser, direktur artistik, dan CEO label independennya sendiri, MIKE SAIN'T LOUIS, tanpa label rekaman dan tanpa perantara.

Musiknya bergerak dari electropop ke copla, dari pop alternatif ke balada, berani, tanpa sensor, penuh humor dan camp. Liriknya sebagian besar berbahasa Spanyol, tetapi ada juga yang berbahasa Inggris, Prancis, atau Portugis, dan setiap lagu di situsnya disertai lirik lengkap sehingga mudah diterjemahkan. Temanya mencakup cinta, patah hati, mantan kekasih, tetangga yang suka bergosip, kehidupan queer di Spanyol, pembebasan, dan kesehatan mental. Pada 2024, lagunya “Tan Cateto” viral di TikTok, dan dari sanalah banyak orang pertama kali mengenalnya.

Cara memulai perjalanan

Mike menyarankan untuk mendengar trilogi sesuai urutan, setidaknya sekali. “Mulailah dari penemuan,” katanya. “Kalau kamu langsung loncat ke pembebasan, kamu tidak tahu dari apa kamu dibebaskan.” Untuk yang tidak punya waktu mendengar ratusan lagu, dua lagu dalam rilis ini bisa menjadi versi singkatnya: “Vota Malena Gracia” untuk memahami planet yang sedang diperjuangkan, lalu “No te vuelvo a mirar más” untuk merasakan saat seseorang akhirnya berani pergi tanpa menoleh.

Seluruh musik Mike Sain't Louis bisa didengar dan diunduh gratis di https://mikesaintlouis.com, per lagu atau per album dalam satu berkas, lengkap dengan liriknya. Lagu-lagunya juga tersedia di Spotify, Deezer, dan platform musik utama lainnya.

Tentang Mike Sain't Louis

Mike Sain't Louis adalah seniman indie alternatif yang tinggal di Madrid, Spanyol, dan menyebut dirinya “cantautor IA pertama”. Lewat trilogi GAYFOLK, ia menggambar peta menuju sebuah planet tempat setiap orang bisa menjadi dirinya sendiri, dengan 273 single, lebih dari 280 video musik, dan satu prinsip: setiap kata ditulis oleh manusia.

Kontak media

Email: info@mikesaintlouis.com Situs web: https://mikesaintlouis.com Instagram: @planetagayfolk